Selasa, 27 Maret 2012

6th Wayang Onthel

Wayang onthel karya para seniman muda Kota Magelang merupakan kreasi baru seni pewayangan dengan bahan berasal dari onderdil sepeda kuno. Tujuan utama wayang onthel yang dikomendani oleh Pak Bambang Nunggang Jaran adalah menyampaikan pesan-pesan moral dan edukasi dengan cara yang bersifat menghibur dan mudah dimengerti. Itulah sebabnya maka episode-episode pertunjukan diberi judul seperti : “Gerakan Anti Narkoba”, “Kampanye Bersepeda”, “Ayo Ngonthel”.  Seni wayang onthel ini merupakan buah karya orisinil yang terlahir dari ide kreatif anggota komunitas sepeda kuno yang terhimpun dalam  “VOC”( Velocipede Old Classic ) Magelang.
         Wayang onthel merupakan suatu bentuk apresiasi terhadap wayang dengan bentuk properti wayang bukan seperti pada umumnya, dengan bentuk dan bahan berasal dari onderdil sepeda kuno. Musik pengiring terdiri atas perpaduan antara gamelan yakni kendang, saron, demung, dan gong dengan alat yang dibuat dari onderdil atau peralatan sepeda antara lain kunci ring, kunci pas, bel sepeda, dan jeruji.
               Kombinasi alat musik tersebut menghasilkan alunan nada yang terdengar unik dan menarik. Pentas wayang onthel bertujuan menyampaikan pesan moral atau layanan masyarakat yang bersifat edukasi dengan cara menghibur dan mudah dimengerti audiens. Wayang onthel dari komunitas Old Bikers VOC Magelang itu pernah tampil pada Kongres Sepeda Indonesia pada 16-17 Juli 2010 di Jakarta. Pada pentas di kawasan Pecinan dengan judul "Tiga Sambikala" tersebut didukung oleh 20 personel dengan menyuguhkan beberapa lagu gubahan antara lain Wayang Onthel, Goyang Jakarta, Rewel, Ayo Bersepeda, Ilir-Ilir, dan Sayonara.
             Wayang Onthel merupakan gubahan dari lagu Betawi berjudul Ondel-Ondel. Lagu Prau Layar digubah menjadi Ayo Bersepeda. Lagu-lagu daerah tersebut digubah dengan diganti liriknya menjadi lagu yang bertema tentang dunia sepeda. Pentas "Wayang Onthel on the Ex Bike Steet" itu sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan terhadap hilangnya jalur lambat di sepanjang Jalan Pemuda Magelang.


5th Gemerlap Sepeda Fixie

Pada prinsip sepeda fixie adalah sepeda dengan “gear mati” alias fixed gear atau tidak free wheel. Base sepeda ini menggunakan rangka sepeda balap (road bike) dan simple, tanpa gear shift bahkan handle brake (rem). Sepeda fixie adalah sepeda yang digunakan kaum pengantar pos/koran/majalah, yang biasa dikenal dengan kurir di wilayah amerika, persisnya di New York.
Mereka mengalami masalah lead time pada saat mendeliver paket mereka karena kondisi kota New York yang begitu padat. Makanya mereka memilih sepeda sebagai alternatif, dan hasilnya memuaskan dengan lead time delivery berkurang dan pengiriman yang jauh lebih cepat. Fixie bike, yang menggunakan fixed gear, akan membuat ayunan pedal terus berputar seiring dengan perputaran roda belakang, sehingga untuk melakukan pengereman, maka si pengendara harus mengurangi putaran pedal dengan cara gaya melawan arah putaran pedal atau biasa disebut dengan sistem “door trape”. Hal ini sangat berbahaya untuk orang yang tidak terbiasa, karena pada saat melewati jalan menurun, maupun berbelok, pedal akan terus berputar dan laju sepeda akan terus melaju dengan kencang. Biasanya perbandingan gigi (gear ratio) depan dan belakang juga besar.
Advertisement

Rabu, 07 Maret 2012

4th Bersepeda Bukan Berarti Miskin

Kedengarannya agak sadis memang, tetapi inilah hal yang membuat kita kadang bertanya-tanya. Bagi sebagian orang untuk naik sepeda adalah gengsi yang besar karena di era globalisasi ini kendaraan bermotor sudah merajalela di jalan raya. Hiruk pikuk dijalan raya sudah menjadi rutinitas setiap harinya. Hanya segelintir orang saja yang tampak mengendarai sepeda. Padahal bagi sebagian orang yang lain bersepeda merupakan hobi yang menyenangkan dan menjadi kebanggan. Tak heran bagi penghobi sepeda mereka rela menghabiskan sebagian uangnya untuk sepeda. Tak cukup ratusan ribu saja,tapi bahkan berjuta-juta mereka relakan keluar dari kantongnya. Berarti bisa diambil garis besar bahwa jika kita naik sepeda berarti kita tidak miskin dan tidak juga menurunkan status sosial kita.


3rd Kota dengan Pengendara Sepeda Terbanyak di Dunia

Mendambakan hidup pada lingkungan yang asri dan segar merupakan dambaan bagi setiap manusia. Tak khayal di negara seperti ini sudah jarang bisa ditemukan suatu lingkungan yang asri ditengah perkotaan yang tanpa hiruk pikuk suara mesin kendaraan. Jika kita ingin memperoleh kesejukan ketika ditengah-tengah kota, dan juga tanpa berisik suara kendaraan bermotor maka kota Amsterdam dapat kita jadikan sebagai referensi untuk tempat tinggal yang nyaman.
Karena kota Amsterdam merupakan ibukota sepeda dunia yang memiliki jumlah pengendara sepeda terbanyak di dunia. Sepeda telah mendominasi sekitar 40% dari keseluruhan pengguna jalan dikota Amsterdam . Infrastruktur untuk para pesepeda telah direncanakan dengan sangat hati-hati , untuk mengakomodasi semuanya dilengkapi jalur sepeda beserta lampu signal pengaman. Beberapa gudang sepeda telah dibangun diseluruh  kota, dan yang terbesar adalah the Amsterdam Bike Ramp yang berada pada stasiun kereta api central, yang memiliki kapasitas parkir hingga lebih dari 7000 sepeda . Yang merupakan sarana transit dari dan menuju stasiun kereta untuk meneruskan perjalanan menuju tempat yang lebih jauh atau mengakhiri perjalan untuk menuju   tempat yang lebih dekat dengan menggunakan sepeda. Untuk mencegah pencurian sepeda dan keamanan dijalan raya telah dijalankan beberapa program yang menjamin kenyamanan  serta keamanan para biker selama di Kota Amsterdam.

Karana di kota Amsterdam setiap satu ornang rata-rata memilik tiga buah sepada. Bisa dibayangkan betapa nyamannya hidup di kota seperti itu. Maka dari itu marilah kita jaga lingkungan kita, dan yang pasti mulailah bersepeda dalam menunjang mobilitas kita. Jadilah hijau dan jadikanlah bumi ini sebagai tempat tinggal yang nyaman.



2nd Pertma Kali Sepeda Menggunakan Sistim Crank dan Ban Karet

Pernahkah anda membayangkan naik sepeda tanpa crank (gear depan) dan hanya velg saja, tanpa ban karet? Tapi inilah kenyataan yang terjadi sebelum tahun 1800an dikala itu bentuk sepeda hanya roda besi atau kayu saja dan rangka saja. Barulah pada pertengahan tahun 1800an sistim-sistim tersebut ditemukan.
Pertama kali sistem Pedal dan Crank diaplikasikan pada sepeda, persisnya pada roda depan. Siapa yang menciptakan sistem ini masih menjadi pertanyaan, karena ada beberapa pihak yang mengajukan klaim atas ide tersebut. Yang jelas, menempatkan pedal pada roda depan terbukti bukan ide yang sempurna, karena akan membuat pengendara sulit mengemudi karena goncangan pada roda akibat kayuhan. Rangka kayu kemudian digantikan oleh besi. Namun dengan desain yang rigid, rangka & roda besi, serta kondisi jalanan yang berbatu pada masa itu membuat sepeda ini dikenal dengan nama Bone-Shaker. Sepeda pertama yg menggunakan ban karet dan Ball-Bearing digunakan James Moore dalam lomba sepeda yang pertama kali diadakan.