Sitasi
alamat link :
Pengertian
Kata sitiran merupakan terjemahan langsung dari kata citation dalam bahasa inggris. Sitiran/sitasi adalah menunjukkan asal-usul atau sumber suatu kutipan, mengutip pernyataan atau menyalin/mengulang pernyataan seseorang dan mencantumkannya di dalam suatu karya tulis yang dibuat, namun tetap mengindikasikan bahwa kutipan tersebut itu adalah pernyataan orang lain.
Kata sitiran merupakan terjemahan langsung dari kata citation dalam bahasa inggris. Sitiran/sitasi adalah menunjukkan asal-usul atau sumber suatu kutipan, mengutip pernyataan atau menyalin/mengulang pernyataan seseorang dan mencantumkannya di dalam suatu karya tulis yang dibuat, namun tetap mengindikasikan bahwa kutipan tersebut itu adalah pernyataan orang lain.
Teknik Penulisan Sitasi :
Ø Pada
dasarnya ada 2 teknik penulisan sitasi:
Catatan langsung (catatan perut)
Catatan perut ditulis langsung di dalam baris-baris naskah, yang berisi alamat rujukan singkat dari bahan yang diacu, yaitu: nama pengarang, tahun penerbitan, dan halaman. Untuk artikel jurnal, artikel media massa, atau makalah, tidak perlu dicantumkan nomor halamannya.
Contoh:
berelson (1952:18) mendefinisikan analisis isi sebagai “teknik penelitian untuk mendeskripsikan secara obyektif, sistematik dan kuatitatif isi komunikasi yang tampak,”.
Sedangkan para ahli yang lain menyatakan, analisis isi adalah sebuah teknik penelitian untuk membuat inferensi-inferensi dengan mengidentifikasi secara sistematik dan obyektif terhadap karakteristik-karakteristik khusus pada sebuah teks (stone et al., 1966:5).
Catatan langsung (catatan perut)
Catatan perut ditulis langsung di dalam baris-baris naskah, yang berisi alamat rujukan singkat dari bahan yang diacu, yaitu: nama pengarang, tahun penerbitan, dan halaman. Untuk artikel jurnal, artikel media massa, atau makalah, tidak perlu dicantumkan nomor halamannya.
Contoh:
berelson (1952:18) mendefinisikan analisis isi sebagai “teknik penelitian untuk mendeskripsikan secara obyektif, sistematik dan kuatitatif isi komunikasi yang tampak,”.
Sedangkan para ahli yang lain menyatakan, analisis isi adalah sebuah teknik penelitian untuk membuat inferensi-inferensi dengan mengidentifikasi secara sistematik dan obyektif terhadap karakteristik-karakteristik khusus pada sebuah teks (stone et al., 1966:5).
Ø Catatan kaki (footnotes) atau catatan
akhir (endnotes)
Footnotes dan endnotes ditulis terpisah dari baris-baris naskah.
1. Catatan Kaki (Footnotes) : Diletakkan di bagian bawah halaman, dipisahkan dari naskah utama menggunakan garis. Informasi referensi yang dituliskan di dalam catatan kaki adalah: nama pengarang (tidak dibalik susunannya) , judul, penerbit, kota, tahun, dan halaman. Untuk sumber berupa makalah atau artikel jurnal/media massa, tidak perlu menuliskan nomor halamannya.
Contoh:
Berelson mendefinisikan analisis isi sebagai “teknik penelitian untuk mendeskripsikan secara obyektif, sistematik dan kuatitatif isi komunikasi yang tampak.”1
Footnotes dan endnotes ditulis terpisah dari baris-baris naskah.
1. Catatan Kaki (Footnotes) : Diletakkan di bagian bawah halaman, dipisahkan dari naskah utama menggunakan garis. Informasi referensi yang dituliskan di dalam catatan kaki adalah: nama pengarang (tidak dibalik susunannya) , judul, penerbit, kota, tahun, dan halaman. Untuk sumber berupa makalah atau artikel jurnal/media massa, tidak perlu menuliskan nomor halamannya.
Contoh:
Berelson mendefinisikan analisis isi sebagai “teknik penelitian untuk mendeskripsikan secara obyektif, sistematik dan kuatitatif isi komunikasi yang tampak.”1
_______________
1 Benard Berelson, Content Analysis in Communications Research, Free Press, New York, 1952, hal. 18.
1 Benard Berelson, Content Analysis in Communications Research, Free Press, New York, 1952, hal. 18.
2. Catatan
akhir (endnotes) : sama dengan teknik penulisan catatan
kaki. Perbedaannya terletak pada penempatan catatan. Endnotes diletakkan
terpisah di bagian akhir tulisan atau bab (chapter).
Contoh:
Berelson mendefinisikan analisis isi sebagai “teknik penelitian untuk mendeskripsikan secara obyektif, sistematik dan kuatitatif isi komunikasi yang tampak.”1
1 Benard Berelson, Content Analysis in Communications Research, Free Press, New York, 1952, hal. 18.
Contoh:
Berelson mendefinisikan analisis isi sebagai “teknik penelitian untuk mendeskripsikan secara obyektif, sistematik dan kuatitatif isi komunikasi yang tampak.”1
1 Benard Berelson, Content Analysis in Communications Research, Free Press, New York, 1952, hal. 18.
Jenis Dokumen Sebagai Sumber Sitiran :
1.
Jurnal
atau majalah ilmiah
Dalam
perkembangannya,
jurnal diartikan sebagai terbitan berkala yang pada umumnya berupa laporan
penelitian terbaru serta tulisan-tulisan ilmiah yang lain, yang mana digunakan oleh mahasiswa pasca sarjana
sebagai bahan penelitian yang wajib menggunakan jurnal. Di dalam jurnal
terdapat informasi dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
2.
Karya
ilmiah
Karya
ilmiah atau tulisan ilmiah merupakan salah satu dokumen yang dapat disitir. Dan karya ilmiah ini biasanya merupakan hasil dari
pengembangan karya dari seseorang yang mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan ilmu lain
yang diperolehnya.
Tujuan dari karya ilmiah adalah: agar gagasan karya
ilmiah itu dapat
dipelajari, lalu di dukung atau ditolak oleh pembaca.
3.
Buku
Buku merupakan salah
satu jenis dokumen yang sangat umum digunakan sebagai rujukan/sitasi dalam
suatu bahan makalah.
4.
Kamus
Kamus
merupakan jenis dokumen umum, sangat banyak disitir, karena jenisnya yang
bersifat menyeluruh, atau dapat di pakai oleh segala jenis bidang ilmu, kecuali
kamus-kamus yang bersifat khusus atau subjek.
5.
Surat
kabar atau koran
Surat kabar merupakan
terbitan berkala yang kebanyakan diterbitkan harian, isinya tidak dibatasi pada
satu subjek tertentu dan berisikan informasi atau berita mutakhir. Tujuan
diterbitkannya surat kabar adalah untuk menyebarluaskan berita secara cepat dan
tepat, oleh karena itu surat kabar diterbitkan secara harian.
6.
Sumber
Internet
Kebanyakan sitiran digunakan bersumber dari
internet yang menyajikan
informasi bermanfaat dan mendukung
penulisan karya ilmiah. Hal
ini disebabkan karena akses informasi melalui internet dapat dilakukan dengan
mudah dan cepat tanpa dibatasi ruang dan waktu. Selain itu, internet menyajikan
beragam jenis informasi mulai dan yang bersifat ilmiah maupun non ilmiah.
Terkadang sitiran yang bersumber dari intemet tidak mudah di identifikasikan,
apakah tergolong jenis jurnal, majalah dan sebagainya. Dalam hal ini sumber
internet bukanlah termasuk dalam jenis dokumen, namun merupakan suatu media
untuk mengakses informasi.
Dan perlu
diketahui, bahwa sumber internet itu tidak semuanya bisa digunakan sebagai
rujukan misalnya pada wikipwdia, bahwa sumber itu tidak valid, karena sumber
itu bisa diedit atau disunting. Maka dari itu sebelum mengambil sumber dari
rujukan internet terlebih dahulu harus diperhatikan apakah data it valid atau
tidak.


0 komentar:
Posting Komentar